Saturday, July 02, 2011

nonton Indonesia Open 2011 \(´▽`)/

kemaren -Rabu, 23 Juni 2011- gue nonton Indonesia Open 2011 di Istora Senayan. gue nonton sama chumaii, nci dan fany. gilaaaa seru banget! akhirnya gue bisa ketemu atlet secara langsung! sumpah yaa berasa mimpi gue ada disana kemaren :O SENENG BANGET GUE!! disana gue ketemu atlet yang gue kenal maupun engga. gue jadi tau, ternyata banyak juga atlet bulu tangkis dari Indonesia. sayangnya mereka keseringan udah kalah jadi ga muncul di tv. yang paling paling bikin gue seneng banget yaitu pertandingan Butet/Owi vs Yong Dae/Ha Jeung!! yaampun si butet yaa mukanya baby face banget! mana ganteng lagi *cewek ganteng nih dia haha*. mana mulus, putih, aaaa pokoknya keren lah diaa! daaaan... GOD!! LEE YONG DAE!! mimpi apa gue semalem bisa ketemu langsung sama dia?! masyaallah.. liat secara langsung tuh dia IMUT BANGET, GANTENG, CAKEP, KEREN, CUTE, perfect laah!! gue suka banget sama diaaa aaaaa u,u mana keren banget lagi main bulu tangkisnya! dia calon suami gue tuh hahaha *ngarep bener sumpah*. tapi sayangnya gue ga dapet fobar sama diaaa huhuhu T_T *nangis kejer guling-guling di aspal nyakar-nyakar dinding* pas disana gue pengen nyari dia tapi ga mungkin :( gue aja gatau dia dimana -__- di bangku atlet dia gaada. padahal gue ngefans banget sama dia :"(  tapi gapapa lah ya mungkin belom rezeki gue buat fobar sama dia *merajuk*. stres gue deh disana! teriak-teriak, kesana-kesini ga jelas, menggila dah gue sama yang lain. dari jam 7 pagi gue jalan dan sampe rumah jam 9 malem! gokil kan? mana selama itu gue paginya cuma makan roti terus pas maghrib gue makan pop mie! bayangkan (?) tapi anehnya gue ga terlalu ngerasa laper disana. mungkin karna saking antusiasnya kali ya gue sampe lupa sama perut haha. dari sana gue bawa dua balon Djarum. lucu deh, lumayan buat ade gue dirumah *sayang ade*. pas pulang rencananya mau foto-foto dulu, eeeh batere hp pada low semua -_- mana barengan lagi! sial banget kan?! dapet sih beberapa foto, tapi kan tetep aja ga enak -_- *maklum, banci kamera haha*. pas sampe rumah gue cerita ke fara *ade gue* sambil setengah teriak karna gue abis ketemu banyak atlet *apalagi Yong Dae*. bener-bener seneng gue kemaren. gue ga nyangka. WHAT A FANTASTIC, WONDERFUL, AMAZING DAY FOR ME *oke, lebay hehe* :D

Friday, July 01, 2011

Vidi Aldiano "Pelangi di Malam Hari"

Apa saja yang membuatmu bahagia..
Telah ku lakukan untukmu..
Demi mengharapkan cintamu..
Kini ku bagai menanti..
Datangnya pelangi..
Di malam hari yang sepi..

Ku sadari yang telah ku lakukan..
Membuat hatimu terpenjara..
Dan tak kuasa ku membukanya..
Walau seluruh dayaku ingin bersamamu..
Kunci hatimu patah tak terganti..

Reff :
Cinta tak harus memiliki..
Tak harus menyakiti..
Cintaku tak harus mati..
Oh cinta..
Tak harus bersama..
Tak harus menyentuhmu..
Membiarkan dirimu dalam bahagia..
Walau tak disampingku..
Itu ketulusan cintaku..

Ku sadari yang telah ku lakukan..
Membuat hatimu terpenjara..
Dan tak kuasa ku membukanya..
Walau seluruh dayaku ingin bersamamu..
Kunci hatimu patah tak terganti..

Reff :
Cinta tak harus memiliki..
Tak harus menyakiti..
Cintaku tak harus mati..
Oh cinta..
Tak harus bersama..
Tak harus menyentuhmu..
Membiarkan dirimu dalam bahagia..
Walau tak disampingku..
Itu ketulusan cintaku..

note : this song for #aljabar :'D

Our Love Story by Me and Yunita

Sore itu, -30 Maret 2011- langit memang terlihat mendung. Membuat orang-orang malas untuk keluar rumah, termasuk Yunita, gadis remaja berkulit putih dan bermata agak sipit sedang asik berkutat dengan laptopnya. Sepertinya dia sedang bergelincir di dunia maya.
        “Whoaaaaaaa ada SM*SH di TA!” itulah kehisterisannya saat melihat timeline Twitternya bahwa SM*SH sedang perform di Mall Taman Anggrek sekarang. Ya, SM*SH, boyband yang sedang booming di Indonesia.
“Sms Shella sama Jeany ah!” kata Yunita sembari meraih BlackBerry Boldnya yang berada di sampingnya. Tak lama, BlackBerry-nya berbunyi, ada sms balasan dari Jeany.
“Ah gue mau banget ke TA nih sekarang. Tapi ajak siapa ya? Ga mungkin kan ngajak Jeany, dia aja beda kota sama gue. Ah ya! Ajak Shella aja!” Yunita bergumam sendiri sembari membalas sms Jeany.
“Aduuuh mana sih si Shella! Kok ga bales sms gue ya? Di bbm juga ga di read. Telfon aja deh.” Kemudian Yunita menelfon Shella. Terdengar bunyi nada sambung, namun tak ada yang menjawab telfonnya.
“Ga di angkat lagi! Pasti tidur tuh bocah. Ah!” Lagi-lagi Yunita hanya bergumam sendiri.
        Di sisi lain, Shella yang sedang tidur, terbangun karena suara telfon masuk dari BlackBerry-nya namun tak ada niat untuk menjawabnya.
“Apa sih ah berisik banget deh! Siapa sih yang nelfon?” omel Shella karena merasa tidurnya terganggu. Diraih BlackBerry-nya, dan dilayar tertera nama Yunita Natsir.
“Ah si yunita. Paling dia iseng. Tuh kan bener.” Shella menganggap Yunita hanya iseng, karena ga lama telfon mati. Shella pun tidur lagi tanpa membaca bbm dan sms dari Yunita.
        “Gue samperin aja deh ke rumahnya.” Yunita berkata sambil menutup laptopnya. Kemudian ia menyambar jaket merah yang tergantung di pintu lemari dan mengambil kunci mobil yang ada di meja belajarnya. Yunita hanya mengenakan celana jeans pendek, kaos putih, jaket merah dan sendal merah.
“Biiiii.. pergi dulu yaaaaa!” teriaknya kepada pembantunya. Karena orangtuanya tinggal dan bekerja di luar negri, jadi Yunita hanya tinggal dengan pembantunya.
        Dengan BMW Sport merahnya, Yunita melesat menuju rumah Shella yang tidak terlalu jauh dari rumahnya. Yunita memasuki sebuah komplek dan berhenti di depan rumah mewah bercat putih.
“Bi, Shellanya ada?” tanya Yunita kepada pembentu Shella yang sedang berada diluar.
“Eh Non Yunita. Ada kok Non, tapi Non Shellanya lagi tidur.” Kata pembantunya.
“Oh. Makasih ya Bi. Aku masuk yaa!” Yunita berkata sambil berlari memasuki rumah Shella.
        Tanpa mengetuk pintu, Yunita masuk ke kamar Shella. Yunita dan Shella memang sudah bersahabat sejak SMP. Jadi wajar saja kalau Yunita tidak canggung memasuki rumah Shella, begitupun sebaliknya.
“Woy! Bangun lu! Cepetan mandi, kita ke TA sekarang!” teriak Yunita tepat disamping Shella. Shella yang sedang tidur, terbangun karena teriakan Yunita. Dengan masih setengah sadar.
“Apa sih? Ke TA? Ngapain?” Shella bertanya.
“Nyuci! Ya main lah! Lagian disana ada SM*SH sekarang. Mau ikut kaga lu? Kalo kaga, gue kesana sendiri nih. Sekarang!” oceh Yunita didepan Shella.
“Hah? SM*SH? Ooohh... APA?! SM*SH DI TA SEKARANG? IKUUUT!” tiba-tiba Shella berteriak dan buru-buru bangun. Hmmm.. sepertinya nyawanya sudah kembali.
        20 menit kemudian mereka berangkat. BMW Sport merah Yunita melesat cepat menuju Mall Taman Anggrek. Perjalanan yang seharusnya satu jam, menjadi 40 menit!
        Sesampainya disana mereka mencari keberadaan SM*SH. Mereka melihat sekumpulan orang berteriak histeris.
“Kayaknya SM*SH disana deh!” Yunita berkata sambil berjalan menarik Shella yang ada di belakangnya.
“Tuh kan bener!” teriak Yunita kegirangan.
        SM*SH yang sedang membawakan single terbarunya, Senyum Semangat, memang terlihat menawan.
“Astagaaaaaah! Mamang cakep banget! Sumpah!” Shella dan Yunita berteriak histeris melihat Bisma. Mereka memang ngefans banget sama Bisma, semuanya tentang Bisma pasti mereka tau. Mereka juga mengoleksi foto-foto Bisma. Dasar remaja, ga boleh liat cowok cakep dikiiiiit aja. Ckck..
        Selesai perform, SM*SH pergi entah kemana. Yunita dan Shella mencari-cari ke backstage, tapi tidak ada.
“Beli kado yuk buat mereka!” Yunita memberi usul.
“Tapi kalo mereka udah pulang gimana?” Shella meragukan.
“Engga kok. Mereka kan sampe jam 8 disini.” Yunita meyakinkan.
Kemudian mereka memasuki sebuah toko. Mereka membeli untuk masing-masing personel. “Pake uang cash?” Shella bertanya pada Yunita.
“ATM” Jawab Yunita singkat.
        Setelah capek memilah memilih barang yang akan mereka beli, mereka pun merasa lapar.
“Makan yuk! Laper nih.” Ajak Yunita setelah mereka keluar dari toko tersebut.
“Yuk, dimana?” Shella meng-iyakan ajakan Yunita.
“Solaria aja.” Jawab Yunita.
“Always” komentar Shella.
Yunita hanya tersenyum mendengarnya.
        Mereka memasuki Solaria yang berada di lantai 3, kemudian mengambil tempat yang bebas dari asap rokok. Tak disangka-sangka, disana mereka bertemu SM*SH! SM*SH juga sepertinya baru datang, buktinya mereka masih memesan. Yunita dan Shella seneng banget bisa samping-sampingan sama meja SM*SH, tapi mereka menahan ke-histerisan-nya agar tidak mengganggu SM*SH. Yunita dan Shella terus menatap SM*SH, terutama Bisma dan Ilham. Bisma yang merasa diperhatikan terus, nyamperin meja Yunita dan Shella.
“Kenapa ngeliatin terus?” tanyanya ramah.
“Eeh.. hah? Ahengga. Gapapa kok.” Yunita menjawab gugup, tapi terus menatap Bisma.
“Namanya siapa?” Bisma bertanya sambil tersenyum dan mengulurkan tangan, tapi Yunita dan Shella malah berebut buat salaman duluan sama Bisma. Setelah selesai bertengkar kecil, akhirnya Yunita menang dan salaman duluan sama Bisma.
“Yunitaaa.” Yunita menjabat tangan Bisma.
“Bisma.” Jawab Bisma sambil tersenyum.
‘Astagaaaaaah senyumnya manis banget! Aduh fly deh gue!’ Yunita berkata dalam hati sambil terus menatap Bisma dan masih memegang tangan Bisma.
“Udah woy! Gantian!” teriakan Shella menyadarkan Yunita dari fly-nya dan melepas tangan Bisma.
“Apaan sih! Ganggu aja lu!” omel Yunita pada Shella. Bisma hanya tertawa melihat mereka. Shella dan Bisma bersalaman. Seperti halnya Yunita, Shella pun nge-fly disenyumin Bisma.
“Gabung dimeja kita aja,” Morgan juga nyamperin Yunita dan Shella.
“Beneran?!” teriak Yunita dan Shella barengan.
“Beneraaan. Yuk!” ajak Morgan. Bisma masih menggosok-gosok telinganya karena mendengar teriakan Yunita dan Shella. Dasar...
        “Hey, boleh gabung disini?” tanya Shella ramah kepada personel SM*SH.
Yunita hanya tersenyum gugup melihat mereka.
“Boleh laah... yuk duduk sini.” Rangga menepuk nepuk kursi sebelahnya.
“Mereka pasti maunya deket Bisma, Ngga.” Morgan menjawab sambil tersenyum menggoda.
“Apaan sih, Kak.” Shella menjawab, sedangkan Yunita hanya nyengir, dan yang lain hanya tertawa melihatnya. Akhirnya mereka duduk diantara Bisma dan Ilham, Yunita disamping Bisma dan Shella disamping Ilham.
“Mau pesen apa?” tanya Rafael ramah.
‘Waw... mereka ramah-ramah banget!’ Yunita dan Shella berkata dalam hati.
“Nasi Goreng Seafood.” Yunita dan Ilham menjawab barengan. Yunita dan Ilham berpandangan, dan tertawa bersama.
“Wah ada temennya tu, Ham!” kata Reza sambil tertawa.
“Iya nih, Ca. Suka nasi goreng juga, Yun?” jawab dan tanya Ilham sambil tertawa.
“Iya, Ham. Demen bener gue sama nasi goreng!” jawab Yunita.
”Mau pesen apa Shel?” tanya Rafael pada Shella.
“Mmmm... Cumi Goreng Mentega ajadeh,” jawab Shella sambil melihat menu.
“Jahat banget lu! Sumpah!” kata Yunita tiba-tiba sambil nabok punggung Shella.
“Aduh! Apaan sih? Jahat kenapa?” omel Shella.
“Ituuuuu sodara gue lu makan!” kata Yunita serius tapi sambil ketawa.
“Apa banget dah lu!” semuanya tertawa melihatnya.
“Kalian betawi banget sih bahasanya” komentar Dicky.
“Iyalah Dick. Dari lahir disini, gimana ga kayak gitu coba? Haha” jawab Shella. Yunita dan Shella ketawa bareng.
“Kita ada kado nih buat kalian.” kata Yunita sambil mengangkat tas belanjaannya.
“Aku juga.” kata Shella.
“Wah kok repot-repot amat sih? Ga usah kali..” kata Bisma.
“Wah marah deh aku, Mang, kalo kadonya ga diterima!” kata Yunita pada Bisma.
“Yah yah jangan dong!” Bisma panik. Sambil menunggu pesanan, mereka membagikan kado, dan membuka kado itu.
“Wow bagus banget! Umaga!” kata Bisma kesenengan mendapatkan sebuh piring berwarna merah hitam dengan gambar wajahnya dan tertera tulisan “Bisma!”
“Oh iya yang buat Mamang itu aku bikin sendiri. Yang lain bukan ga dibikinin, tapi ketinggalan dirumah. Kalo yang buat Mamang itu kan selalu ada di mobil, jadi ga ketinggalan. Hehe..” Yunita menjelaskan pada semuanya.
“Emang kamu kesini naik apa?” tanya Rangga.
“Naik mobil, Kak.
 “Mobil siapa?” tanya Bisma.
 “Mobil aku, Mang.
“Pake supir atau nyetir sendiri?” tanya Morgan.
“Nyetir sendiri, Kak. Hehe”
“Siapa yang nyetir? Emang bisa nyetir?” tanya Rafael.
“Aku Coh. Bisa laah.. kalo ga bisa masa bisa nyampe sini. Lagian kita berdua bisa nyetir kok. Udah ah daritadi ditanyain mulu!” omel Yunita pada semuanya karena merasa kayak di interogasi.
“Bah! Ada yang asik berduaan. Pantesan ga ada suaranya!”kata Yunita sambil melirik Shella dan Ilham. Yang dilirik cuma nyengir aja. Ga lama pesanan mereka dateng, dan mereka langsung makan.
        Saat makan, Yunita baru sadar dan bertanya, “Ini semua siapa yang bayarin?”
“Kita.” Jawab SM*SH kompak.
“Eeeh beneran? Wah jadi gaenak nih!” Yunita merasa tidak enak karena makanannya bukan bayar sendiri.
“Udaaah gapapa. Kita ikhlas kok. Ga bakal sakit perut deh!” kata Bisma sambil tertawa.
“Beneran? Thank you yaa,” kata Shella dan Yunita berterima kasih.
“Anytime,” kata SM*SH dan LAGI-LAGI kompak.
        Setelah selesai makan, mereka masih ngobrol-ngobrol, meskipun obrolannya ngalur ngidul alias kemana-mana. Shella dan Ilham asik ngobrol sendiri. Yunita ngobrol sama yang lain sambil bbm-an.
“Minta pin-nya, boleh?” tanya Bisma pada Yunita.
“Pin apa? Pintu?” tanya Yunita bercanda.
“Pin bb lah! Ngegemesin banget sih kamuuuu!” kata Bisma sambil nyubit pipi Yunita.
Yunita yang dicubit malah kesenengan. “Gila, Shel! Lu liat ga tadi? Mamang nyubit pipi gue! Astagaaah! Mimpi apa gue semalem, sampe dicubit Mamang. Ya ALLAH...” Yunita nge-fly, Shella envy, Bisma bengong + bingung, yang lain ketawa ngakak ngeliat Yunita. Hahaha...
        “Shel, minta pin elu dong,” minta Ilham pada Shella.
“Buat apaan?” tanya Shella polos.
Buat ngambil duit di ATM! Ya buat bbm-an nanti laah!” Ilham gemes liatnya.
“Nih yaa semuanya yang minta pin jangan minta lagi, ini nih, catet!” kemudian Shella menyikut Yunita.
apaan?” tanya Yunita.
“Lu ga mau bbm-an sama gue?”
“Bah! Udah punyaaa kali gue!” kata Yunita.
“Pin kamu, Yun?” tanya Morgan pada Yunita.
“M3NC123T. Jangan ada yang nanya lagi! Ohiya, invite secepatnyaa!” kata Yunita.
“Iyaaa!” jawab semuanya, kecuali Shella.
        Akhirnya  SM*SH pun tampil. Mereka  menyanyikan lagu I heart You. Shella dan Yunita menonton SM*SH dengan antusias.
Namun setelah itu, Shella dan Yunita tidak dapat menemui  SM *SH lagi. Mereka sudah mencari kemana-mana –keliling Mall TA- tetapi SM*SH sudah tidak ada.
“yaaah..mungkin mereka udah pulang kali yun.”  Kata Shella dengan muka yang kecewa.
“he.eh. Tapi gapapalah. Kita juga tadi udah ketemu mereka. Makan bareng lagi!” kata Yunita.
“iya sih. Yaudah deh. Kita cabut aja yuk..”
“oke.”
                -----------------==============---------------
        Keesokan harinya, saat baru bangun tidur, tiba-tiba Shella dikejutkan oleh HPnya. Ternyata dia di bbm sama ILHAM!! ILHAM SM*SH!!! Betapa senangnya Shella pagi itu. Langsung saja dia membalas bbm Ilham dan segera menelpon Yunita.
“YUNITAAAAA!!! L       U TAU GA SIH YUN??! AAAAA GUE SENENG BANGEEETT!!” kata Shella bersemangat.
“iya iya! Apaan sih ah?! Berisik banget sih lu!! Pagi-pagi udah teriak-teriak! Budek kuping gue tau!!” omel Yunita.
“eehh iya maaf, Yun. Abis gue seneng banget sih.. hahahaha.” Kata Shella dengan nada sedikit menyesal.
“emang ada apaan sih? Kayaknya seneng banget. Gue juga lagi seneng nih. Yuhuu..” kata Yunita.
“he? Lu seneng kenapa?” Shella bertanya dengan nada penasaran.
“udah! Lu duluan deh yang cerita! Ada apaan lu pagi-pagi udah bikin rusuh?”
“lu tau Ilham kan? Pastilah yaa.. secara lu penggemarnya juga. Dan lu tau?
DIA NGE-BBM GUE BARUSAN!! Gila kan?! Amazing kan?! Sumpah deh gue seneng banget!!” kata Shella dengan nada bersemangat lagi.
“OH YA?! Oh God! Lu seneng banget dong?!” kata Yunita tak kalah bersemangatnya dengan Shella.
“pastilaaaah..!!”
“dan lu tau? BISMA JUGA NGE BBM GUE!! TADI MALEM BAHKAN!! Unbelievable kan?!” Yunita berkata dengan suaranya yang cempreng dan keras.
“haah?! Bisma?! MAUUUUU!!” kata Shella envy.
“lu kan udah Ilham! Gue Bisma dong.. hehe..” Yunita membela diri.
“uugh.. dasar!! Yaudah deh yaa.. gue cuma mau bilang itu aja. Dadadaaaah jelek :P” kata Shella sembari meledeki Yunita.
“eeh dasar lu! Kalo gue jelek lu apaan?! Haa? Udah dimatiin?! Dasar pe-a ni manusia!” omel Yunita.
        Mereka akhirnya sibuk dengan HPnya masing-masing karena ternyata semua personel SM*SH nge-bbm mereka. Mereka sangat senang becampur bahagia karena akhirnya mereka bisa dekat dengan idola mereka, yaitu SM*SH.
                        ---------=======----------
        Suatu waktu pada saat Yunita dan Shella jalan bareng..
“ga terasa yaa.. udah sebulan kita bbm-an sama ana-anak personel SM*SH.” Yunita berkata sembari memakan makanan yang ada di tangannya.
“iya.” Kata Shella mendukung. “”mereka baik-baik yaa.. udah pinter nyanyi, dance, ganteng, baik lagi! Uuh.. jadi makin ngefans deh gue sama mereka!” Shella berkata sekaligus memuji.
“he.em. Gue juga. Tapi perasaan gue yang paling sering nge-bbm gue itu cuma Bisma sama Ilham deh. Yang lain paling cuma nanya kabar, ngasih tau jadwal manggung mereka sama nanya lagi apa. Tapi kalo Bisma sama Ilham? Wuuiihh..! nanyanya detail banget dah! Sampe bingung gue kadang mau jawab apaan!” Yunita ngomong panjang lembar –sama dengan luas. Hahahaha-
“eeh? Kok kita samaan? Yang paling sering nge-bbm gue juga Bisma sama Ilham. Yang lain cuma gitu-gitu doang.” Kata Shella heran.
“iya. Ah sayang banget ya kalo mereka ngasih tau jadwal manggung mereka tuh ga pas sama waktu kita. Yang kita ada PR segunung lah, besoknya mau pergi lah, mau ulangan lah, mau ini, mau itu.. ada aja deh pokoknya halangannya!” Yunita berkata sembari menyesali keadaan.
“he.eh. jadi kangen sama SM*SH..” Shella meratap.
“iya..”
        Drrrrrtt.. ddrrrrrrttt… tiba-tiba HP Shella bergetar.
“eehh tunggu bentar. Ada yang nelpon gue.” kata Shella sembari mengambil BB nya yang berada di kantong celananya.
“HAAH?! ILHAM NELPON GUE!! AAAAAAAA..” Shella teriak kesenengan.
“gila lu ya teriak-teriak di tengah Mall gini! Udah buruan angkat teleponnya!” kata Yunita menyuruh Shella agar segera mengangkat telponnya.
“iya iya, Yun.. hallo?” Shella menjawab telponnya.
“hallo, Shella, apa kabar?” kata Ilham membuka pembicaraan.
“baik, Ilham. Kamu sendiri gimana?”
“aku juga baik. Oiya.. weekend besok kamu ada acara ga? Anak-anak SM*SH mau ngajakin kamu jalan nih.”
“jalan? Bisa bisa! Kemana, Ham?” Tanya Shella.
“rahasia dong! Hehe.. ajak Yunita juga yaa.. kita mau ngajak kalian berdua.”
“sip! Pasti aku ajak dia.”
“oke deh. Udah dulu ya, Shella. Bye. Miss you.”
“oke. Miss you, too. Eeh kok?” Shella kebingungan sendiri.
        Tuut.. tuuutt.. telpon mati.
“apaan apaan?! Ada apaan Ilham nelpon elu?” Tanya Yunita bersemangat.
“ituu.. anak-anak SM*SH mau ngajakin kita jalan weekend besok.” Kata Shella sok nyantai. Padahal hatinya cenat cenut banget tuh!
“apaa? Serius?! Oh God! Mimpi apa gue semalem sampe bisa jalan sama mereka..?? ckck. Emang mau kemana kita?” Kata Yunita masih bersemangat.
“ga tau. Mereka ngerahasiain dari kita.” Kata Shella sedikit kecewa.
“hmm.. biarin deh. Yang penting bisa ketemu mereka lagi. Ya kaan? Eeh.. tapi tapi kok tadi ada ‘miss you miss you’-nya gitu sih? Ada apaan tuh? Ehem ehem..” kata Yunita ngeledekin Shella.
“iih.. apaan sih lu! Tadi dia bilang ‘miss you’. Ya udah, gue bilang aja ‘miss you,too’. Gitu doang sih!” kata Shella.
“tapi kenapa blushing gitu? Biasa aja lagi mukanya! Hahahahaa.. jelek lu, Shel!” kata Yunita ngeledek.
“siapa yang blushing? Ha? Enak aja lu!” kata Shella menutupi malu.
“pake ga ngaku lagi! Wooo.. Shella kesenengan abis terima telpon dari Ilham! Cieee.. hahahaha..” kata Yunita sambil lari.
“heh! Jangan lari lu! Heh Chumi!!” kata Shella kesal sambil mengejar Yunita yang lari sambil tertawa.
   ------------------================----------------

Tibalah hari H dimana Yunita, Shella dan semua personel SM*SH pergi jalan bersama. Ternyata mereka menuju tempat yang bikin kita semua envy –termasuk penulisnya- yaitu ke Puncak! Wow!
Ga kebayang deh perasaan dua cewek yang lagi di tengah-tengah cowok-cowok ganteng itu. SENENG BANGET BANGET!!
        Saat mobil sudah sampai di sebuah villa..
“waaaahh.. udah lama kita ga kesini ya, Shel. Gara-gara tugas dan beserta keluarganya dari sekolah, kita jadi ga kesini sini.” Yunita berkata sambil kesenengan.
“iya, Yun. Kita harus berterima kasih sama SM*SH. Thanks ya, guys, udah ngajak kita berdua kesini.” Kata Shella sambil tersenyum kesemua anak-anak SM*SH.
“iya. Thanks ya..” Yunita menimpali.
“no problem.” Kata anak-anak SM*SH kompak.

        Pada malam harinya, ketahuanlah tujuan dan maksud personel SM*SH mengajak Yunita dan Shella ke Puncak. Ternyata Bisma dan Ilham ingin ‘menembak’ Yunita dan Shella! Aahh.. betapa senangnya mereka malam itu. Tapi ada yang janggal disini. Bisma ‘nembak’ Yunita, tapi juga ‘nembak’ Shella! Ilham juga! Dia ‘nembak’ Shella, tetapi juga ‘nembak’ Yunita! It’s so complicated! Awalnya, Yunita dan Shella merasa tidak enak, tetapi mereka akhirnya setuju aja. Diantara mereka berempat sama-sama tau, jadi tidak ada masalah. Yaah.. kalo dipikir-pikir juga, mereka berempat juga saling suka kok. So, dijalanin aja deh yaa..
        ---------------=================--------------------
        Seminggu telah berlalu sejak kejadian di Puncak waktu lalu. Mereka tetap enjoy dan tidak terlihat seperti orang pacaran. Dari luarnya sih.. ga tau kalo di dalamnya.
        Namun, sesuatu terjadi pada saat mereka sedang jalan di sebuah Mall pada saat SM*SH sedang ingin perform…
“gue mau meluk Mamang ah!” kata Shella sambil  ngedeketin Bisma yang sedang melamun.
“Eeh gaboleh!” Yunita narik Bisma.
“Eh apa sih?! Orang Mamangnya aja gapapa kok!” omel Shella sambil narik Bisma.
“Eeeeeehhh....” Shella dan Yunita kaget karena tau-tau Bisma di tarik Reza.
“Eja nih apa-apan sih narik Mamang?! Orang gue lagi rebutan sama Shella juga!” omel Yunita ke Reza.
“Tau nih Eja! Ngapain sih ikut-ikutan?!” Shella ngomel juga.
“Hayoloooh Eca!” teriak yang lain.
“Ejaaaaaaaa! Balikin Mamang!” karena takut, Reza kabur sambil narik Bisma, dan mereka pun kejar-kejaran.
Tapi kemudian Shella tertabrak Bisma, dan Bisma langsung meluk Shella. Reza narik Bisma lagi, tapi karena ga lepas, akhirnya Reza pergi dan Yunita menangis melihat kejadian itu karena merasa sakit hatinya. Ngeliat Yunita nangis, Ilham datang dan meluk Yunita. Yunita nangis dipelukan Ilham. Ilham membelai rambut panjang Yunita dan menciumnya.
“Udah ya jangan nangis. Kan ada aku..” kata Ilham lembut. Yunita mengangguk dan Ilham menghapus air mata Yunita. Tiba-tiba Shella dan Bisma pergi.
“Woy mau kemana lu?” teriak Yunita.
“Main ice skating.” Shella ikutan teriak.
Kemudian Yunita narik baju Shella, “Mereka mau perform woy!”
“Oh iya ya. Hehe” Shella hanya nyengir dan melambaikan tangan ke Bisma.
“Eeeeeh..” Yunita ketarik karena tangannya di genggam Ilham.
“Udah woy! Dia kan mau perform!” Shella nyikut Yunita.
“Tapi ini begimane tangan gue?” kata Yunita sambil ngasih liat tangannya yang di genggam Ilham.
“Hush! Ilham udahan dulu kan lu mau perform!” kata Shella sambil nyikut Ilham.
“Mau gue bawa ke panggung. Mau gue kenalin ke semuanya.” Lagi-lagi Ilham narik Yunita.
“Hah? Gila!” Shella mengejar Yunita dan Ilham. Diatas panggung, Ilham ngenalin Yunita, “Semua... kenalin ini pacar gue, namanya Yunita.” kata Ilham diatas panggung sambil merangkul Yunita. Yunita kaget plus bengong.
 Namun tiba-tiba Shella ditarik Bisma keatas panggung.
“Ini orang pada ribet amat sih!” Rangga hanya geleng-geleng ngeliatnya.
“Emang tuh! Tau dah tau yang udah punya pacar,” tanggap Morgan dengan mupengnya. Tiba-tiba entah darimana datangnya, Jeany –teman Yunita dan Shella- sudah berada di depan Morgan.
“Sama aku aja, Kak!” katanya pada Morgan dengan mupeng.
“Kamu mau jadi pacar aku?” tanya Morgan.
 “Mau! Mau!” jawab Jeany sambil mengangguk. Aneh memang..
        Saat membawakan lagu I Heart You, Ilham terus memandang Yunita, begitupun sebaliknya. Tapi, tersirat jelas kekecewaan pada tatapan Yunita ke Bisma. Selesai perform, Bisma narik Shella ke panggung dan Ilham narik Yunita ke panggung. Bisma ngenalin Shella ke semuanya.
“Semuanya, kenalin ini pacar gue yang sekarang.” kata Bisma sambil menggenggam erat tangan Shella. Sungguh, pemandangan yang menyakitkan bagi Yunita, karena Yunita memang mencintai Bisma..
        Setelah selesai manggung, mereka berempat jalan-jalan mengelilingi Mall tersebut.
“Aku sayang kamu.” kata Bisma pada Shella saat di perjalanan.
“Jadi kamu gitu yaa!” kata Yunita sambil melirik sinis kearah Bisma.
“Iya iya sayang maaf. Sebenernya aku lebih cinta sama kamu.” kata Bisma dan mencium kening Yunita.
“Sebenernya aku mau jujur ke kamu. Aku sayang kamu..” kata Ilham pada Shella dan menciumnya.
“Ini cowok kok ga ada yang bener sih -,-“ Yunita geleng-geleng.
“Aku bener kok, sayaaang,” kata Bisma sambil merangkul Yunita.
 “Kok kamu gitu sih?” kata Shella pada Bisma sambil cemberut.
“Apa, cintaaa? Jangan ngiri dong. Aku kan cinta sama kamu.” Bisma menyubit pipi Shella.
“Ehemmm..” Yunita melototin Bisma.
Yang dipelototin pun nyamperin, “Apasih cintaku sayangku manisku? I love youuu..” Bisma memeluk Yunita.
“Kamu sama aku aja ya, sayang..” Ilham datang memeluk Shella dari belakang. Shella berbalik dan memeluk Ilham.
“Iya, Ilham sayang...” jawab Shella.
Bisma memeluk Yunita dari belakang dan mencium pipinya.
“Iri, sayang? Jangan iri ya! Kan ada aku.” Yunita berbalik dan memeluk Bisma.
“Iya sayang..” katanya lembut.
“Shella!” teriak Bisma.
“Apa?” si empunya nama nengok.
“Kita putus. Sorry.
 “Its okay.” kemudian Shella nyamperin Ilham.
“Aku udah putus sama Bisma!” Shella menyampaikan kabar gembira itu.
“Berarti kamu milik aku seorang. I heart you, Shella..” Ilham mencium pipi Shella.
“iya, I heart you, too, Ilham.”
“Aku lebih sayang kamu. Aku mau putusin Yunita” lanjutnya sambil memegang pipi Shella.
“Oke deh..” Shella memeluk Ilham.
        “Mereka pergi, sayang..” kata Yunita sambil melihat Shella dan Ilham yang telah di pintu.
“Biarin.. kan ada aku!” Bisma mencium dan memeluk Yunita. Bisma memang sangat menyayangi Yunita.
“ILHAM!” teriak Yunita secara tiba-tiba.
“Apa?” Ilham menoleh.
“Sorry, Ham, kita putus.
“Its okay. Bye..” Ilham pergi tapi sebelumnya ia membelai rambut Yunita.
“Aku udah putus sama Yunita.” kata Ilham sambil menggandeng tangan Shella.
“Ah yang bener? Aku seneng banget! Akhirnya kamu cuma punya aku!” Shella memeluk Ilham.
“Iya sayang. Aku sayang dan cinta banget sama kamu” Ilham memeluk Shella.
        --------------------================----------------
“Aaaaaaakhirnyaaaa kamu milik aku satu-satunya! I love you, sooo,” kata Bisma kemudian memeluk Yunita.
“I love you, too.” Yunita mencium pipi Bisma.
“May I kiss you?” tanya Bisma,
“With a pleasure.” jawab Yunita sambil tersenyum manis
 “Sure? On the lips?” Bisma mengeluarkan tatapan nakalnya.
“NOOO!!” jawab Yunita cepat.
        ------------------------------================---------------------------
“Kita kesana aja yuk, sayang.” kata Ilham sambil merangkul Shella.
“Tapi merekaaa..” Shella menatap Yunita dan Bisma dengan tatapan iri.
“Kan ada aku.. aku sayang banget sama kamu” katanya sambil memeluk Shella.
“Aku juga sayaang sama kamu...”
Tiba-tiba...
 “ILHAAAAM” lagi-lagi Yunita berteriak memanggil Ilham, tapi kali ini lebih keras karena mereka hampir menghilang. Ilham nengok sambil menutup kuping.
“Apaan sih?” teriaknya.
“AWAS LU NYAKITIN TEMEN GUE! GUE CINCANG LU!” Yunita berteriak dengan kencangnya. Ilham tersenyum dan mengacungkan jempolnya kemudian pergi.
“Aku janji ga akan nyakitin kamu,” Ilham berkata pada Shella.
“Janji?”
“Janji!” jawab Ilham mantap dan mencium kening Shella.
“I need you, I love you, I heart you, Shella.” Lanjutnya sambil memeluk Shella.
“I need.. I love.. I heart you, too, Ilham Fauzi.” Balas Shella, kemudian mencium pipi Ilham dan memeluk lehernya.
        Di belakang mereka, Yunita tersenyum senang melihatnya.
“You know me so well... Girl I need you.. Girl I love you.. Girl I heart you..” Bisma memeluk Yunita dari belakang.
“I know you so well.. Boy I need you.. Boy I love you.. Boy I heart you too.” Yunita balik badan, memeluk leher Bisma dan Bisma memeluk pinggang Yunita, kemudian Yunita mencium pipi Bisma.
“Aku ga akan nyakitin kamu, apalagi ninggalin kamu. Aku sayang banget sama kamu..” Bisma masih terus memeluk Yunita
 “Janji?” Yunita melepaskan pelukannya dan menatap lembut mata Bisma.
“I promise you, Baby. I’ll never leave you. I’ll never hurt you. I love you..” Bisma menatap lembut mata Yunita dan menggenggam tangannya.
“Sure? I believe you. I don’t want to lost you. I want you always you here, beside me, forever...”
kata Yunita lembut sambil memegang pipi Bisma .
“I promise.” Bisma meyakinkan.
Bisma menggenggam tangan Yunita, mendekatkan wajahnya, dan bibirnya mengecup lembut bibir Yunita. Sungguh romantis memang...
        “Sorry...” ucap Bisma merasa bersalah setelah melepaskan bibirnya.
“Gapapa.” Yunita tersenyum manis.
Tiba-tiba....
“WOY keluar lu berdua!” Ilham berteriak dari pintu.
“Keluar yuk!” ajak Bisma.
“Yuk.” Bisma menggenggam erat tangan Yunita, seolah takut kehilangannya.
        Sampai diluar, sudah ada Ilham dan Shella.Tiba-tiba ada yang menyanyi.
“Tak ada bisa memisahkan cinta.. Waktu pun takkan tega.. Kalian akan bersama.. selamanyaaa...” Disana ada Rafael, Reza, Dicky, Rangga, Morgan dan juga Jeany! Wow!
        Rafael, Rangga, Reza, dan Dicky menatap iri ketiga pasangan itu. Akhirnya Yunita kembali pada Bisma, orang yang sangat dicintainya. Bisma tidak ingin kehilangan Yunita. Mereka -Bisma, Yunita, Ilham, Shella, Morgan, Jeany- pun menjalani cinta mereka yang sebenarnya...